Minggu, 05 Juni 2016

Hasil Sidang Isbat, Menentukan Awal 1 Ramadhan 2016

Unknown
     Penentuan 1 Ramadhan akan ditentukan melalui Hasil Sidang Isbat 2016 yang akan digelar pada Minggu, 5 Juni 2016 selepas shalat magrib. Sidang Isbat ini akan dihadiri oleh ulama, pemerintah serta perwakilan dari ormas Islam serta juga dihadiri oleh perwakilan dari negara-negara tetangga.
PAMEKASAN,20/8 - RUKYATUL HILAL. Seorang petugas melakukan persiapan dengan mencoba teropong yang akan digunakan untuk melihat posisi bulan saat dilakukan rukyatul hilal untuk menentukan 1 Ramadhan 1430 Hijriyah, di Pantai Ambat, Tlanakan, Pamekasan, Madura, Jatim, Kamis (20/8). FOTO ANTARA/Saiful Bahri/ss/nz/09
Pada sidang isbat ini akan didengarkan laporan dari berbagai wilayah yang telah melakukan pengamatan hilal. Jika tidak satupun yang tidak melihat hilal maka bulan Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 hari. Jika ini terjadi berarti puasa akan dilakukan pada hari Selasa, 7 Juni. Sedangkan jika ada yang melihat hilal maka puasa akan dilakukan pada Senin, 6 Juni 2016.

Posisi Hilal Berdasarkan Astronomi 4 Derajat

     Kalender Islam menggunakan sistem penanggalan berdasarkan fase bulan. Karena itulah penentuan bulan baru ditentukan dengan terlihatnya bulan sabit muda yang biasanya disebut sebagai hilal. Jadi dalam penentuan 1 Ramadhan ini biasanya ditentukan dengan melihat pergerekan bulan sabit baru atau bulan sabit muda ini.
    Dalam sidang Isbat sesi 1 telah didengarkan pendapat ahli astronomi yang menjelaskan bahwa posisi hilal sudah mencapai 4 derajat lebih setengah di Yogyakarta. Jika berdasarkan data ini maka besar kemungkinan puasa akan dilakukan pada Senin, 6 Juni 2016 karena posisi hilal sudah tinggi dan lebih dari 2 derajat.
    Walaupun demikian tentu saja akan keputusan resmi pemerintah mengenai kapan puasa akan dimulai atau 1 Ramadhan akan ditentukan dalam sidang isbat sesi ketiga setelah sesi kedua mendengarkan hasil pemantauan dari berbagai lokasi di Indonesia.

Keputusan Resmi Hasil Sidang Isbat

     Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin dalam pemaparannnya mengumumkan hasil Sidang Isbat mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil hisab, posisi bulan telah mencapai 2 hingga 4 derajat lebih menit menit.
      Sedangkan dari pengamatan di sejumlah 93 titik di seluruh Indonesia terdapat laporan dan kesaksian dari 6 tempat yaitu masing-masing di Belu Nusa Tenggara Timur, Bangkalan, Jombang, Kebumen, Gresik dan juga Bojonegoro yang telah melihat hilal.
      Atas pertimbangan dua hal tersebut, pemerintah bersama dengan seluruh peserta sidang Isbat menyepakati bahwa puasa Ramadhan mulai dilangsungkan pada Senin, 5 Juni 2016. Dan shalat terawih akan dilangsungkan mulai malam ini.
PAMEKASAN,20/8 - RUKYATUL HILAL. Seorang petugas melakukan persiapan dengan mencoba teropong yang akan digunakan untuk melihat posisi bulan saat dilakukan rukyatul hilal untuk menentukan 1 Ramadhan 1430 Hijriyah, di Pantai Ambat, Tlanakan, Pamekasan, Madura, Jatim, Kamis (20/8). FOTO ANTARA/Saiful Bahri/ss/nz/09

13 Destinasi Wisata Purbalingga Pasti bikin loe pengin balik

Unknown

Halo sobat Traveling yuk, kali ini kita akan ajak kamu untuk menjelajahi tempat-tempat keren di Kabupaten Purbalingga. Tentu sebagian besar dari kalian sudah tahu dong dengan daerah ini. Yap betul, kabupaten ini terkenal dengan bahasa ngapak. Tapi tahukah kamu jika keunikan kabupaten ini bukan hanya pada bahasanya saja, namun merambah juga pada pesona wisatanya.
Kabupaten Purbalingga begitu dikenal dengan julukan Kota Seribu Curug. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya curug atau air terjun yang tersebar di wilayahnya. Jumlahnya sangat banyak dan baru beberapa saja yang telah dikenal traveler sebagai destinasi wisata. Di samping itu masih ada sejumlah tempat wisata menarik lainnya yang layak untuk kamu kunjungi. Berikut Travelingyuk rangkum 13 destinasi keren di Purbalingga yang layak kamu kunjungi.

1. TAKHLUKKAN TANTANGAN SUNGAI KLAWING DI KECAMATAN MREBET

Memutuskan traveling di Purbalingga berarti kamu juga harus siap beruji nyali, pasalnya tidak lengkap liburan di daerah ini tanpa mencicipi derasnya arus sungai Klawing. Sungai Klawing membelah kabupaten Purbalingga menjadi dua wilayah, sedangkan aliran sungainya yang terkenal paling menantang berada di Kecamatan Mrebet dan Bobotsari.
Sungai Klawing di Kecamatan Mrebet, via instagram
Sungai Klawing di Kecamatan Mrebet, via instagram
Sungai Klawing di Kecamatan Mrebet, via instagram
Sungai Klawing mulai dikenalkan oleh pemerintah kabupaten Purbalingga sebagai salah satu pilihan berwisata pemacu adrenalin. Di sungai ini traveler bisa melakukan kayak dan juga river boarding. Bahkan sebagai ajang promosi beberapa waktu lalu sungai ini menjadi tuan rumah dari kejuaraan river boarding nasional.

2. CURUG MINI, AIR TERJUN MINI YANG MENAWAN HATI

Tak salah memang jika Purbalingga dijuluki sebagai Kota Seribu Curug. Banyak curug atau air terjun yang tersebar di wilayahnya di mana sebagian besar berada di kecamatan Mrebet. Curug Nini akan mengawali petualanganmu menjelajahi curug-curug lain di kecamatan ini. Curug Nini berada di aliran Sungai Pingen yang memisahkan dua desa yaitu desa Pagerandong di sebelah utara dan desa Cipaku di sebelah selatan, dan yang paling terkenal dibanding curug lainnya.
Curug Nini, via instagram
Curug Nini, via instagram
Curug Mini, via instagram
Curug Nini berada di dalam hutan sehingga untuk menjangkaunya traveler harus berjalan kaki. Curug ini tidak terlalu tinggi, namun pemandangan alam di sekitarnya yang masih asri dan sepi membuat siapa saja betah berada di sini. Kolam di bawah terjunan air juga sering digunakan untuk mandi dan berenang. Kalau lagi beruntung yaitu datang saat musim bunga, di sekitar air terjun ini akan banyak bunga bermekaran yang menambah cantik suasana.

3. CURUG TEMPURAN, PUAS-PUASIN BERENANG DI KOLAM YANG MENAWAN

Masih di dalam kecamatan yang sama dan juga di jalur yang sama pula, lanjutkan blusukanmu ke desa Binangun untuk menjumpai Curug Tempuran. Untuk menuju ke TKP, traveler akan melewati medan yang didominasi dengan area persawahan. Lewat jalur ini traveler akan sampai di sisi atas curug, sehingga kamu harus memutar kembali untuk berada di kaki air terjun.
Curug Tempuran, via instagram
Curug Tempuran, via instagram
Curug Tempuran, via instagram
Air terjun ini tak kalah indah dengan air terjun sebelumnya yaitu Curug Nini. Bagian bawah air terjun terdapat kolam yang lebih luas dengan air yang jernih. Siapa saja pasti kepincut untuk segera menceburkan diri ke dalamnya. Apalagi kolam ini akan menjadi obat mujarab penghilang lelah setelah trekking.

4. CURUG TUNTUNG LAUT, MASIH SEPI PAS UNTUK MERECHARGE ENERGI

Di Desa Binangun masih ada satu lagi curug yang wajib kamu singgahi yaitu Curug Tuntung Laut. Lokasinya masih sangat tersembunyi dan sepi sehingga pas buat kamu yang mau mengisi ulang energi. Namun sebelumnya kamu akan butuh banyak energi pula untuk menemukan lokasi curug ini.
Curug Tuntung Laut, via instagram
Curug Tuntung Laut, via instagram
Curug Tuntung Laut, via instagram
Sepanjang perjalanan dari rumah terakhir di desa Binangun, traveler akan melewati kawasan kebun cokelat dan kopi. Suasana di curug ini sangat sepi sehingga suara alam dan aneka satwanya bisa didengar dengan jelas. Kalau sedang beruntung traveler akan bertemu anak-anak desa yang mandi di bawahnya.

5. LENGKAPI SUSUR CURUG DENGAN MENYAMBANGI CURUG CIPUTUT

Air terjun terakhir di kecamatan Mrebet yang harus kamu sambangi adalah Curug Ciputut. Air terjun setinggi 30 meter ini memiliki panorama alam yang sangat indah dan air terjunnnya tidak pernah kering meski musim kemarau.
Curug Ciputut, via instagram
Curug Ciputut, via instagram
Curug Ciputut, via instagram
Lagi-lagi, untuk menikmati surga dunia ini traveler harus menerjang banyak halang rintang berupa rute yang sulit. Namun bagi petualang ini adalah sebuah kesenangan. Curug Ciputut terletak di desa Serayu Larangan, kecamatan Mrebet, kabupaten Purbalingga.

6. AGROWISATA LEMBAH ASRI, SPOT MELIHAT GUNUNG SLAMET YANG EPIK DI PURBALINGGA

Purbalingga juga menawarkan jenis wisata pegunungan yang nyaman. Tempat tersebut bernama Agrowisata Lembah Asri dan terletak di Desa Serang, Kecamatan Karangreja Kabupaten, Purbalingga, berjarak sekitar 23 km dari pusat Kota Purbalingga. Tempat ini juga menjadi penghubung antara obyek wisata lainnya seperti Goa Lawa, Wisata Air Wabong dan masih banyak lainnya.
Agrowisata Lembah Asri, via instagram
Agrowisata Lembah Asri, via instagram
Agrowisata Lembah Asri, via instagram
Di Agrowisata Lembah Asri ini traveler bisa melakukan banyak hal mulai dari Kebun Stroberi, Paket Outbond, Kebun Sayur dan masih banyak lagi. Apalagi segala kegiatan tersebut ditunjang dengan panorama asri khas pegunungan yang memiliki udara dingin nan segar. Tak ketinggalan pula pemandangan Gunung Slamet menjadi suguhan yang tak terlukiskan.

7. PENGEN MELIHAT KOTA PURBALINGGA DARI KETINGGIAN? DATANG KE IGIR WRINGIN SAJA

Rumah pohon di tepi bukit memang tengah hits sepanjang tahun lalu dan masih populer hingga saat ini. Setelah Jogja dan Kebumen ternyata Purbalingga juga punya spot yang demikian, namanya Igir Wringin. Traveler yang berkunjung pun akan dihadiahi pemandangan kota Purbalingga dari ketinggian via rumah pohon yang bikin deg-degan.
Igir Wringin, via instagram
Igir Wringin, via instagram
Igir Wringin, via instagram
Igrir Wringin terletak di desa Panusupan, kecamatan Rembang. Letaknya persis diperbatasan dengan Karang Moncol. Saat akhir pekan Igir Wringin ini akan banyak dikunjungi traveler yang berasal dari Purbalingga dan kota-kota sekitarnya seperti Purwokerto, Banjarnegara, Jepara hingga Semarang dan Jogja.

8. CURUG SUMBA, AIR TERJUN YANG MENGGODA DI PURBALINGGA

Kembali lagi kami ajak kamu untuk susur curug. Kali ini berada di desa Tlahab, kecamatan Karangreja. Curug Sumba, begitulah nama yang diberikan untuk air terjun yang kece ini. Curug ini sangat direkomendasikan untuk dikunjungi sebab lokasinya berada tidak jauh dari alun-alun kota hanya sekitar 30 menit perjalanan.
Curug Sumba, via instagram
Curug Sumba, via instagram
Curug Sumba, via instagram
Pada hari biasa curug ini menjadi spot memancing warga sekitar. Kalau mau mendapatkan view yang lebih keren datang saja di luar musim hujan. Air kolam di bawah curug akan berwarna biru yang menggoda untuk dijadikan tempat berenang. Sedikit tambahan, walau lokasinya dekat dengan pusat kota tapi suasana di curug ini masih lumayan sepi.

9. PEMANDIAN SITU TIRTA MATA, KOLAM JERNIH YANG KEREN UNTUK FOTO BAWAH AIR

Kalian sudah tahu kan Umbul Ponggok di Klaten yang begitu terkenal sebagai spot foto bawah air dengan berbagai dekorasinya yang bikin geleng-geleng kepala. Atau Sendang Mudal di Magelng, kolam sederhana yang punya air jernih yang tak kalah keren jika difoto underwater. Nah, tempat seperti itu juga ada di Purbalingga lho.
Pemandian Situ Tirta Mata, via instagram
Pemandian Situ Tirta Mata, via instagram
Pemandian Situ Tirta Mata, via instagram
Adalah Pemandian Situ Tirta Mata, sebuah kolam sederhana yang mulai dikembangkan oleh Kelompok Sadar Wisata di desa Karangcegak, kecamatan Kutasari. Meski masih dalam tahap pengembangan namun tiap hari libur tempat ini sudah banyak dikunjungi traveler. Ini bisa menjadi alternatif tempat berliburmu akhir pekan nanti.

10. OBJEK WISATA AIR BOJONGSARI, WATER PARK ALA PURBALINGGA

Belum lengkap rasanya jika traveling ke Purbalingga kalau tidak menyempatkan datang ke wahana air Owabong alias Obyek Wisata Air Bojongsari, sebab ini adalah tempat wisata andalan Kota Seribu Curug. Pada tahun 2013 saja, Owabong mendapat penghargaan dari gubernur Jawa Tengah sebagai tempat wisata dengan pengunjung terbanyak.
Objek Wisata Air Bojongsari, via instagram
Objek Wisata Air Bojongsari, via instagram
Objek Wisata Air Bojongsari, via instagram
Owabong berada di atas lahan seluas 4,8 hektar yang dilengkapi dengan banyak zona mulai dari Ember Tumpah, Kolam Sesat, dan Pantai Bebas Tsunami. harga tiket masuknya sekitar Rp. 20 ribu pada hari biasa dan lebih mahal Rp. 5 ribu saat weekend dan libur nasional.

11. MENDAKI GUNUNG SLAMET, UNTUK KAMU PARA PETUALANG SEJATI

Seperti diketahui bahwa kabupaten Purbalingga bersama empat kabupaten lainnya yaitu Brebes, Banyumas, Tegal dan Pemalang menjadi tempat berdirinya gunung tertinggi kedua di pulau Jawa, yaitu Gunung Slamet. Gunung ini menjulang setinggi 3.428 mdpl dan menduduki posisi dua setelah gunung Semeru sebagai paku buminya pulau ini.
Gunung Slamet, via instagram
Gunung Slamet, via instagram
Gunung Slamet, via instagram
Kalau kamu mengaku pecinta alam sejati, mendaki ke gunung ini pasti menjadi agenda wajib yang musti kamu jalani. Pendakian Gunung Slamet sudah cukup terkenal dan banyak disukai para pendaki meski medannya terkenal sangat sulit. Tapi apa yang didapatkan dari puncaknya akan sepadan dengan usaha yang telah dikerjakan.

12. MUSEUM UANG, TEMPAT DIMANA KAMU KAN MENEMUKAN PECAHAN UANG PALING JADUL

Jalan-jalan di Kabupaten Purbalingga bisa sekalian menambah wawasan jika kamu juga memasukkan Museum Uang sebagai tujuanmu. Disini kamu akan dipuaskan dengan koleksi mata uang jadul yang dimiliki museum.
Museum Uang, via instagram
Museum Uang, via instagram
Museum Uang, via instagram
Bukan hanya mata uang negeri sendiri saja namun juga banyak jenis mata uang kuno dari berbagai negara di belahan dunia. Yang paling menarik adalah adanya mata uang super kuno yang digunakan pada zaman kerajaan Majapahit lho. Ayo kunjungi museum mata uang yang digadang-gadang sebagai yang terlengkap di Indonesia ini.

13. GOA LAWA TAK HANYA ADA DI TRENGGALEK, PURBALINGGA JUGA PUNYA

Goa Lawa adalah sebutan bagi gua-gua yang menjadi sarang kelelawar. Lawa sendiri dalam bahasa Jawa memiliki arti kelelawar. Di Jawa gua seperti ini yang paling terkenal ada di kabupaten Trenggalek yang juga sama-sama bernama Gua Lowo yang terbentuk di pegunungan kapur.
, via instagram
, via instagram
Goa Lawa, via instagram
Sedangkan Goa Lawa di Purbalingga ini terbentuk dari proses pendinginan lava sehingga gua ini tidak memiliki stalaktit dan stalakmit yang menjadi ciri khas umum sebuah gua. Gua sepanjang 1 kilometer ini dihuni ribuan kelelawar sehingga jangan kaget jika mencium aroma yang menyengat dari kotoran hewan tersebut.
Ternyata banyak juga kan pilihan tempat ngetrip di Kabupaten Purbalingga. Makanya buruan pergi kesana.

Rinjani Siap Menuju Geopark Dunia

Unknown
RinjaniTahun 2013 Gunung Rinjani di Lombok Nusa Tenggara Barat resmi ditetapkan menjadi Geopark Nasional, kini Rinjani siap menuju Geopark Dunia. Persiapan-persiapan menuju Geopark Dunia ini telah dimulai sejak ditetapkan menjadi Geopark Nasional. Dokumen-dokumen yang diperlukan telah dipersiapkan, seperti dosier dan dokumen lainnya, termasuk rencana aksi dan Tim untuk mendukung suksesnya Rinjani menjadi Geopark Dunia.
Rinjani masuk dalam Kawasan Startegis Pariwisata Daerah (KSPD) yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2013 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Ripparda) dan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (Ripparnas).
Geopark Rinjani yang memiliki 48 Geosite dengan Geo Diversity, Bio Diversity dan Culture Diversity sarat dengan kekayaan alam yang sangat luar biasa. Kearifan-kearifan lokal masyarakat Lingkar Rinjani menambah khasanah kekayaan budaya yang memerlukan pelestarian agar tidak punah termakan zaman.
Sosialisasi-sosialisasi Rinjani menuju Geopark Dunia ini gencar dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat dan Kota Mataram. Masing-masing kabupaten/kota di Pulau Lombok membuat dan memasang Sign Board (Papan Informasi Geosite) di dalam dan di luar kawasan Rinjani, agar masyarakat mengetahui dan memahami akan potensi-potensi yang dimiliki Gunung Rinjani sehingga layak mengejar status menjadi Geopark Dunia.
Masyarakat Lombok khususnya dan masyarakat Nusa Tenggara Barat umumnya bersama-sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berjuang dan mendukung penuh Rinjani menjadi Geopark Dunia, karena dengan perubahan status menjadi Geopark Dunia, maka kapasitas Gunung Rinjani pun akan meningkat. Rinjani akan menjadi destinasi wisata yang sejajar dengan destinasi-destinasi wisata dunia. Rinjani akan dikenal dan dibicarakan di tataran dunia internasional.
Dengan segala potensi dan daya tarik yang dimiliki, seperti wisata alam, wisata adventure, wisata minat khusus, wisata ekologi, wisata geologi dan wisata lainnya, Rinjani akan terus kekar berdiri dengan “Segara Anak” sebagai ICON Utamanya, dan terus mengundang para wisatawan untuk melihat dan menikmati keindahannya yang menawan dan menantang.
ITULAH RINJANI, SEBUAH GUNUNG TERTINGGI DI NUSA TENGGARA BARAT, MARI BERSAMA-SAMA KITA PERJUANGKAN DAN KITA SUKSESKAN GUNUNG RINJANI MENUJU “GEOPARK DUNIA”………….SEMOGA LANCAR DAN SUKSES.(Adm).

Sekilas Tentang D3 atau S1

Unknown

dikutip dari http://www.idntimes.com/

Banyak dari kamu mungkin bingung, setelah lulus SMA enaknya kuliah di mana dan jurusan apa. Cukup banyak orangtua yang mengira bahwa dengan anaknya kuliah D3 masa depannya jadi suram. Nggak sedikit dari mereka berharap bahwa pekerjaan mudah didapat setelah selesai gelar S1.
Eh, hal-hal tersebut nggak sepenuhnya benar lho. Sering banget yang lulusan D3 lebih cepat menghasilkan uang dan malah yang lulusan S1 akhirnya lama menganggur dan bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan minatnya. Apalagi sekarang banyak institusi keren yang menawarkan program D3 dan banyak universitas ecek-ecek yang nawarin program S1. Gimana nih!
Apa yang harus jadi pertimbangan? Bedanya apa? Mari kita ulik bareng-bareng.


1. Fokus Pembelajaran
Nah, kalau di jenjang S1, pembelajarannya bersifat luas dan lebih teoritis daripada D3. Sementara D3 sangat fokus pada keterampilan-keterampilan tertentu. Jadi apakah kamu sebaiknya ambil D3 atau S1 itu sangat tergantung pada minat dan bakatmu sendiri. Mau jadi guru? Itu berarti kamu harus menguasai banyak teori pendidikan dulu, jadi yang cocok ambil S1. Tapi kalau bakat dan minatmu adalah fashion design atau seni kuliner misalnya, jangan buang waktu masuk S1. Kamu pasti akan tersiksa, karena fashion design dan seni kuliner erat hubungannya dengan ketrampilan lapangan, jadi harusnya masuk D3 aja. Selama kamu belajar D3, banyak kegiatan praktek lapangan yang berhubungan langsung dengan jurusan tersebut. Jarang sekali kamu harus duduk di kelas berjam-jam membahas teori.

2.jpg

2. Durasi Belajar
Nggak tahan duduk di kelas, membaca, dan belajar lama-lama? Ugh, jangan nekat kuliah S1 deh. Karena S1 di mana-mana, apalagi di universitas bagus, membutuhkan konsentrasi tinggi dalam belajar dan menulis skripsi selama paling tidak 3 sampai 4 tahun. Kalau kamu nggak sabar untuk segera bekerja, maka lebih baik ambil D3 karena durasinya jelas lebih pendek. Malah kamu nggak harus nulis skripsi segala. Tapi kalau kamu menikmati belajar ilmu baru dan menikmati proses membaca teori dan hal baru, S1 adalah jawabannya.


3. Para Pengajar
Pengajar D3 rata-rata adalah praktisi yang sudah berpengalaman di bidangnya dengan langsung. Contohnya, kalau kamu kuliah jurusan D3 khusus Teknik Mesin Penerbangan, maka staf pengajarnya adalah orang-orang yang bekerja di bidang tersebut dan berhubungan langsung dengan mesin penerbangan dalam kesehariannya. Sementara untuk staf pengajar jenjang S1, yang biasa disebut dosen, kegiatan utama mereka adalah mengajar teori dan riset atau penelitian, hanya segelintir dari mereka yang memiliki pekerjaan langsung dengan apa yang mereka ajar. Misalnya, dosen Desain Komunikasi Visual belum tentu bekerja di perusahaan advertising sebagai desainer karena fokus mereka harus mengajar dan riset.

4.jpg

4. Potensi Mendapatkan Pekerjaan
Tebak deh? Mana yang lebih cepat mendapat pekerjaan? S1 atau D3? Jawabannya adalah: tergantung! Kenapa? Karena kebanyakan universitas D3 memiliki jaringan kuat untuk menyalurkan siswa-siswanya ke perusahaan-perusahaan tertentu, jadi mereka bisa langsung mendapat pekerjaan yang sesuai dengan jurusan mereka. D3 jurusan Perhotelan pastinya langsung bekerja di hotel. Nah, kalau mahasiswa S1 biasanya setelah semester 4 pasti sudah didesak jurusan untuk memilih disiplin. Siswa S1 yang cerdas akan langsung memilih displin yang cocok dengan kemampuannya, dan mulai proyek dan magang pada semester-semester akhir kuliah dan masih harus nulis skripsi juga. Sehingga setelah wisuda, mereka tahu hendak bekerja sebagai apa. Sementara yang masih buta akan buang-buang waktu dan ketika tiba-tiba wisuda, bingung deh cari pekerjaan. 

       Akhirnya lama-kelamaan baru tahu kalau jurusan S1-nya nggak cocok dengan minatnya.